Sabtu, 24 Agustus 2019

Macam-Macam Tasybih [Bahasa Arab]


Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas Tasybih dan rukun-rukunnya. Tasybih sendiri diartikan sebagai gaya bahasa untuk membandingkan. Pada postigan kali ini, kita akan membahas jenis-jenis tasybih. Pada dasarnya terdapat banyak jenis-jenis tasybih dan diklasifikasikan kedalam beberapa kelompok. Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan mengkaji mengenai jenis tasybih berdasarkan rukun-rukunnya. 
Dilihat dari segi rukunnya, tasybih dibedakan kedalam lima kelompok, yaitu: tasybih mursal, tasybih muakkad, tasybih mufashshal, tasybih mujmal, dan tasybih baligh.
1. Tasybih Mursal
Tasybih mursal diartikan sebagai tasybih yang disebutkan adat tasybih (atau alat/huruf yang digunakan untuk tasybih). 
Contoh:
أحمد كا لأسد فى الشجاعة
Ahmadu Kal Asadi Fisy Syajaati
Ahmad bagaikan singa yang berani.

سرنا فى ليل بهيم كأنه البهر ظلاما و ارهابا
Sirna fi lailin bahiimin kaannahul bahru tzalaman wa irhaban.
Kami berjalan pada suatu malam gelap gulita, malam itu bagaikan laut dalam hal gelap dan menakutkannya.
Dalam dua contoh di atas, terdapat adatut tasybih berupa huruf ك dan كأن. Dua huruf ini merupakan adatut tasybih. Sehingga, jika terdapat kalimat atau uslub yang menampilkan adatut tasybihnya, maka dapat dikatakan bahwa kalimat tersebut termasuk tasybih mursal.
Lihat Juga: Nasehat Aa Gym
2. Tasybih Mufashshal
Tasybih mufashshal adalah pembagian tasybih dilihat dari wajhus syibhi nya. Tasybih mufashshal ini diartikan sebagai tasybih yang dituliskan wajhu syibhi atau sifat yang melekat pada kata pembanding dan yang dibandingkan.
Contoh:
أحمد كا لأسد فى الشجاعة
Ahmadu Kal Asadi Fisy Syajaati
Ahmad bagaikan singa yang berani.
Nah, pada contoh ini terdapat wajhusy syibhi yaitu الشجاعة. Kenapa dikatakan wajhusy syibhi, karena kata sifat ini melekat pada kata ahmaddan asad atau melekat pada kata pembanding dan yang dibandingkan.
قلبه كالهجارة قسوة
Qalbuhu kal hijaarati qaswatan.
Pada contoh kedua ini kata قسوة melekat pada kata pembanding dan yang dibandingkan dalam hal ini qalbun dan hijarah.
3. Tasybih Muakkad
Tasybih muakkad adalah pembagian tasybih dilihat dari adat tasybihnya. Tasybih muakkad adalah kebalikan dari tasybih mursal atau tasybih muakkad adalah tasybih yang dihilangkan adat tasybihnya.
Contoh:
العلم نورفى الهداية
Al `Ilmu Nuurun fil hidayah.
Ilmu itu bagaikan cahaya dalam memberi petunjuk.
Pada kalimat ini tidak terdapat huruf ك dan كأن sebagai huruf yang bertujuan untuk menyerupakan. Meski demikian, hal ini dibenarkan dan dinamakan sebagai tasybih muakkad.
4. Tasybih Mujmal
Tasybih mujmal adalah pembagian tasybih dilihat dari wajhu syibhinya. Tasybih mujmal adalah kebalikan dari tasybih mufashshal atau tasybih mujmal adalah tasybih yang tidak disebutkan wajhu syibhinya.
Contoh:
الوقت كالشيف
Al-Waqtu Kasysyaifi
Waktu itu bagaikan pedang
Dalam kalimat ini, tidak disebutkan wajhu syibhi atau sifat yang melekat kepada kata waqtu maupun syaif
5. Tasybih Baligh
Tasybih balik adalah gabungan dari tasybih muakkad dan mujmal. Artinya, tasybih baligh ini adalah tasybih yang tidak disebutkan adatut tasybih dan wajhusy syibhinya.
Contoh:
انت نور فوق نور
Anta nuurun fauqo nurin
Engkau bagaikan cahaya di atas cahaya.
Pada contoh di atas tidak disebutkan adat tasybih (huruf untuk membandingkan) dan tidak disebutkan pula wajhu syibhi atau sifat yang melekat pada kata nuurun maupun anta. 
Kesimpmpulannya, dalam hal rukun tasybihnya, tasybih dibedakan berdasarkan hal berikut:
  1. Berdasarkan adatu tasybih: Tasybih Mursal dan Tasybih Mufashshal
  2. Berdasarkan wajhusy syibhi: Tasybih Muakkad dan Tasybih Mujmal
  3.  Tasybih Baligh.
Dan bisa saja memungkinkan terjadi dua jenis tasybih dalam satu kalimat. Contohnya seperti berikut:
أحمد كا لأسد فى الشجاعة
Ahmadu Kal Asadi Fisy Syajaati
Ahmad bagaikan singa yang berani.
Selain disebutkan adat tasybih (huruf Kaf) sehingga termasuk tasybih mursal serta disebutkan pula wajhu syibhinya (Syajaah)sehingga termasuk tasybih muakkad. Dengan demikian tasybih ini dapat dikatakan sebagai tasybih mursal muakkad. Demikian pula dengan jenis tasybih yang lainnya. Kecual tasybih baligh, dia akan berdiri sendiri.
Demikianlah sedikit ulasan mengenai jenis-jenis tasybih ini, semoga dapat membantu kita dalam belajar bahasa arab. Sampai jumpa dalam artikel selanjutnya.
Macam-Macam Tasybih. Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas Tasybih dan rukun-rukunnya. Tasybih sendiri diartikan sebagai gaya bahasa untuk membandingkan. Pada postigan kali ini, kita akan membahas jenis-jenis tasybih. Pada dasarnya terdapat banyak jenis-jenis tasybih dan diklasifikasikan kedalam beberapa kelompok. Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan mengkaji mengenai jenis tasybih berdasarkan rukun-rukunnya. 
Dilihat dari segi rukunnya, tasybih dibedakan kedalam lima kelompok, yaitu: tasybih mursal, tasybih muakkad, tasybih mufashshal, tasybih mujmal, dan tasybih baligh.
1. Tasybih Mursal
Tasybih mursal diartikan sebagai tasybih yang disebutkan adat tasybih (atau alat/huruf yang digunakan untuk tasybih). 
Contoh:
أحمد كا لأسد فى الشجاعة
Ahmadu Kal Asadi Fisy Syajaati
Ahmad bagaikan singa yang berani.

سرنا فى ليل بهيم كأنه البهر ظلاما و ارهابا
Sirna fi lailin bahiimin kaannahul bahru tzalaman wa irhaban.
Kami berjalan pada suatu malam gelap gulita, malam itu bagaikan laut dalam hal gelap dan menakutkannya.
Dalam dua contoh di atas, terdapat adatut tasybih berupa huruf ك dan كأن. Dua huruf ini merupakan adatut tasybih. Sehingga, jika terdapat kalimat atau uslub yang menampilkan adatut tasybihnya, maka dapat dikatakan bahwa kalimat tersebut termasuk tasybih mursal.
Lihat Juga: Nasehat Aa Gym
2. Tasybih Mufashshal
Tasybih mufashshal adalah pembagian tasybih dilihat dari wajhus syibhi nya. Tasybih mufashshal ini diartikan sebagai tasybih yang dituliskan wajhu syibhi atau sifat yang melekat pada kata pembanding dan yang dibandingkan.
Contoh:
أحمد كا لأسد فى الشجاعة
Ahmadu Kal Asadi Fisy Syajaati
Ahmad bagaikan singa yang berani.
Nah, pada contoh ini terdapat wajhusy syibhi yaitu الشجاعة. Kenapa dikatakan wajhusy syibhi, karena kata sifat ini melekat pada kata ahmaddan asad atau melekat pada kata pembanding dan yang dibandingkan.
قلبه كالهجارة قسوة
Qalbuhu kal hijaarati qaswatan.
Pada contoh kedua ini kata قسوة melekat pada kata pembanding dan yang dibandingkan dalam hal ini qalbun dan hijarah.
3. Tasybih Muakkad
Tasybih muakkad adalah pembagian tasybih dilihat dari adat tasybihnya. Tasybih muakkad adalah kebalikan dari tasybih mursal atau tasybih muakkad adalah tasybih yang dihilangkan adat tasybihnya.
Contoh:
العلم نورفى الهداية
Al `Ilmu Nuurun fil hidayah.
Ilmu itu bagaikan cahaya dalam memberi petunjuk.
Pada kalimat ini tidak terdapat huruf ك dan كأن sebagai huruf yang bertujuan untuk menyerupakan. Meski demikian, hal ini dibenarkan dan dinamakan sebagai tasybih muakkad.
4. Tasybih Mujmal
Tasybih mujmal adalah pembagian tasybih dilihat dari wajhu syibhinya. Tasybih mujmal adalah kebalikan dari tasybih mufashshal atau tasybih mujmal adalah tasybih yang tidak disebutkan wajhu syibhinya.
Contoh:
الوقت كالشيف
Al-Waqtu Kasysyaifi
Waktu itu bagaikan pedang
Dalam kalimat ini, tidak disebutkan wajhu syibhi atau sifat yang melekat kepada kata waqtu maupun syaif
5. Tasybih Baligh
Tasybih balik adalah gabungan dari tasybih muakkad dan mujmal. Artinya, tasybih baligh ini adalah tasybih yang tidak disebutkan adatut tasybih dan wajhusy syibhinya.
Contoh:
انت نور فوق نور
Anta nuurun fauqo nurin
Engkau bagaikan cahaya di atas cahaya.
Pada contoh di atas tidak disebutkan adat tasybih (huruf untuk membandingkan) dan tidak disebutkan pula wajhu syibhi atau sifat yang melekat pada kata nuurun maupun anta. 
Kesimpmpulannya, dalam hal rukun tasybihnya, tasybih dibedakan berdasarkan hal berikut:
  1. Berdasarkan adatu tasybih: Tasybih Mursal dan Tasybih Mufashshal
  2. Berdasarkan wajhusy syibhi: Tasybih Muakkad dan Tasybih Mujmal
  3.  Tasybih Baligh.
Dan bisa saja memungkinkan terjadi dua jenis tasybih dalam satu kalimat. Contohnya seperti berikut:
أحمد كا لأسد فى الشجاعة
Ahmadu Kal Asadi Fisy Syajaati
Ahmad bagaikan singa yang berani.
Selain disebutkan adat tasybih (huruf Kaf) sehingga termasuk tasybih mursal serta disebutkan pula wajhu syibhinya (Syajaah)sehingga termasuk tasybih muakkad. Dengan demikian tasybih ini dapat dikatakan sebagai tasybih mursal muakkad. Demikian pula dengan jenis tasybih yang lainnya. Kecual tasybih baligh, dia akan berdiri sendiri.
Demikianlah sedikit ulasan mengenai jenis-jenis tasybih ini, semoga dapat membantu kita dalam belajar bahasa arab. Sampai jumpa dalam artikel selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar